Selasa, 17 Oktober 2017

A PEACE OF HEAVEN IN UNIVERSITY OF LANCANG KUNING

Aku adalah salah satu mahasiswi Universitas Lancang Kuning jurusan pendidikan bahasa Inggris. Tak cukup sebuah buku untuk menceritakan kenapa aku bisa sampai ditempat ini, tetapi satu hal yang ku yakini, tempat ini adalah salah satu anugerah bagiku. Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, tempat ku menuntut ilmu setiap harinya, menjadi rutinitas utama ku. Setiap hari menuju kampus, membuat ku merasa senang selain aku bisa mendapat ilmu aku juga bisa bertemu teman-temanku. Tetapi hari itu, aku sudah menginjak semester 2, kejenuhan ku mulai terasa. Rasa lelah, bosan, dan malas seperti beradu didalam benakku bahkan terkadang untuk bangun pagi pun aku merasa malas karena mengingat kegiatan ku dikampus yang itu-itu saja rasanya ingin aku terlelap di kasurku sepanjang hari tanpa memikirkan perkuliahan, tugas, dan rutinitasku sehari-hari.
                Kala itu, tepat 6bulan yang lalu Ana teman sekamarku mengenalkan aku kepada seorang teman yang bernama Sandy. Dia anak yang sederhana, ramah dan benar-benar memiliki attitude yang baik. Jujur aku ini bukanlah seorang yang baik dalam sosialisasi, aku salah satu orang yang bisa dibilang introvert. Aku lebih memiliki banyak teman dari dunia maya bahkan sampai diluar Indonesia, tetapi di dunia nyata aku orang yang lebih tertutup dan tidak ingin memiliki teman yang banyak karena bagiku itu hanya merepotkan ku dan selama aku sebagai mahasiswi di Universitas Lancang Kuning, aku hanya memiliki seorang teman baik yang sangat mengenal ku dan paham dengan pribadiku dia adalah Devi.
Perkenalan itu dimulai sejak Sandy datang ke kos-kosan ku untuk bertemu Ana dan waktu itu aku diajak untuk berbincang-bincang dengannya aku hanya mengikut saja. Kami berkenalan dan dia anak yang aktif dalam berbicara, banyak pertanyaan yang dilontarkan dan susana itu menjadi tidak canggung walaupun kami baru berkenalan. Sandy adalah salah satu mahasiswa Universitas Lancang Kuning juga, dia duduk dijurusan kehutanan. Dan ia bertanya padaku “kamu suka sama alam gak?” lalu aku menjawab “biasa saja”. Dia hanya tersenyu mendengarnya dan suasana itu hening sejenak akhirnya dia memecahkan keheningan itu dengan bertanya “mungkin kamu akan berubah fikiran setelah aku ajak ke suatu tempat, aku sebut a peace of heaven of University of Lancang Kuning karena itu tempat yang sangat indah dan aku fikir kamu akan mencintai alam, kalau kau tidak keberatan besok sore aku aku menjemputmu untuk mengunjungi tempat itu, dan mungkin kau bisa belajar banyak soal sosialisasi yang baik disana” i think it sounds good so i accept that invitation.
Keesokan harinya kami pun pergi ke tempat itu, lokasinya tak jauh dari rektorat Universitas Lancang Kuning kami berjalan kaki. Sore itu, langit begitu terik dan tempat yang dituju benar-benar membuatku kecewa karen ku fikir lokasinya akan mudah untuk dikunjungi. Ternyata untuk menuju lokasi tersebut aku harus berjalan di semak dan begitu banyak pepohonan besar juga banyak nyamuk dan binatang melata lainnya. “A peace of heaven apaan, tempatnya kaya gini malah buat gatal-gatal yang ada” ketusku. Tetapi dia menjawab dengan sabar celotehku “nikmati saja perjalanannya, jangan banyak mengeluh. Akan terasa semakin lelah kalau kamu bersungut-sungut dalam perjalanan ini” aku pun tertegun dan diam jujur aku tidak bisa menikmati perjalanannya. Tiba-tiba saja kaki ku tergelincir, jalan ke situ tidak di aspal dan semalam hari hujan dan jalanan itu menjadi licin benar-benar hari yang sial bagiku. Sandy hanya tertawa tanpa menolong, aku bangkit sendiri dalam hati pun aku tak butuh bantuannya.
Setelah 15menit berjalan, aku melihat jalanan turunan dan aku bertanya “kita jalan kebawah?” lalu dia menjawab “ya, kita sampai”. Kami pun berjalan kebawah, dan kalian tak akan percaya akan apa yang aku lihat. “Ini tempatnya bagus bukan?” begitu katanya. Aku hanya tersenyum dan berlari ke arah tempat itu. Tempai itu seperti gubuk tetapi dalam ukuran besar bertingkat 2, diluar dihiasi dengan typografi kayu yang sudah dicat bewarna-warni  dengan beberapa quotes untuk mengajak kita mencitai alam dan melestarikannya. Tetapi 1 typografi yang membuat ku tertarik yang bertuliskan “Pendopo Kehutanan Universitas Lancang Kuning” ya itulah nama tempat itu, mereka menyebutkan a piece of heaven. Ya, benar aku setuju tempat itu begitu asri, nyaman dan damai.
Sandy memanggil “ayo masuk kedalam, akan ku kenalkan kamu kepada orang-orang yang tak akan pernah kau lupakan” aku mengikutinya dari belakang. Setelah masuk aku melihat ada 2 orang laki-laki yang ramah mereka antusias menyalam ku “Aku Adit, alumni fakultas kehutanan Lancang Kuning. Aku tidur disini, disini rumahku dan rumah kami semoga kamu suka berkunjung ke sini” lalu aku menjawab “Aku Friska, jurusan fkip bahasa inggris” dan satu lagi juga memperkenalkan namanya “Aku Dindra, aku mahasiswa semester 6 fakultas kehutanan aku juga tidur disini, sangat menyenangkan bisa kehadiran tamu dari fakultas lain kami sangan senang bisa memperkenalkan tempat ini” begitu dia memperkenalkan dirinya dengan ramahnya. Jujur, untuk ku yang seorang introvert agak sulit untuk ramah dengan orang-orang yang baru aku kenal. Tetapi mereka membuatku merasa nyaman dan aku menganggap mereka seperti abang-abangku sendiri. Mereka menyuruhku duduk dan menghidangkan minuman dan makanan yang mereka masak dengan gaya alam juga menyediakan buah-buahan. Aku sangat menikmati masa-masa itu.
Aku mulai bertanya kenapa mereka mau menghabiskan waktu mereka untuk tinggal dan hidup disini, mereka menjawab “Disini tempat yang nyaman, disini kamu bisa lebih bersyukur atas apapun yang kamu miliki. Ketika semua orang memasak dengan kompor gas, kamu harus sabar memasak dengan kayu api. Ketika kamu memiliki kamar mandi yang bagus dan bisa berlama-lama didalam, disini kita hanya memiliki 1kamar mandi umum yang harus dipakai bergantian dan itu melatih kita untuk efisien dalam waktu.” Aku hanya tersenyum didalam hati aku juga merasa aku orang yang tidak bersyukur atas semuanya yang aku miliki Kak Dindra menghentikan hening ku “Disini kita juga kerja sama, hidup bersosialisasi itu sangatlah penting. Kamu tau, sekalipun kamu pintar dan memiliki intelektual yang tinggi tetapi kamu seorang introvert dan tidak welcome kepada orang lain, itu sama saja bohong. Kerja sama itu hal yang terpenting dalam hidup, contohnya saja tempat ini. Yang membuatkan adalah anak-anak fakultas kehutanan, berterima kasihlah kepada mereka didaln hati, karena mereka kita bisa menikmati fasilitas disini, juga alat-alat disini dibeli bukan dengan pribadi tetapi dengan patungan. Begitu juga dengan typografi, kami semua bukan orang yang hebat dalam typografi tetapi ada 1orang yang bisa membuat typografi kami yang tidak bisa membuat papan dan membentuknya sesuai dengan katanya dan dia hanya tinggal menulisnya dengan cat. Saling membantu itu penting, interaksi dan kerja sama” lalu kak adit menyambung “Fris, kamu tau gak filosofi tempat ini? San, tadi dia ngeluh gak waktu jalan kesini” Sandy menjawab sambil tertawa “biasa bang cewek gak biasa di ajak ke tempat kaya gini” Lalu bang Adit menjelaskan filosofi tempat ini “di perjalanan pasti kamu merasa lelah, apalgi semalam hujan jalanan becek dan licin banyak nyamuk dan serangga bahkan katak. Banyak orang mengeluh ditengah perjalanan. Tetapi ketika kita menikmati perjalanan kamu sampai ke sini dan bertemu dengan kami dan tempat yang indah ini. Bukankah ini sama seperti hidup? Tak banyak yang perlu kita keluhkan, semuanya sudah diatur oleh Tuhan, kita cukup menjalani dan menikmati dan lihatlah semuanya akan terlihat baik.” Filosofi yang mendalam, orang-orang yang baik, dan mengajarkan ku menjadi seorang introvert itu tidak baik.
Senja pun tiba tak terasa tawa canda dan cerita dan suguhan kopi yang mereka buat dari air yang dimasak dari kayu api begitu terasa hangat seperti keluarga. Aku Pamit untuk pulang, aku dan Sandy pun berjalan berjalan melewati naikan itu dan tiba-tiba Sandy menyruhku ungtuk melihat kebelakang “Lihatlah tempat itu dari sini, dan langit senja yang indah itu aa pendapatmu?” aku tersadar hari itu indah, begitu banyak hal tak aku syukuri dalam hidup ini. Pengalam yang tak aku lupakan dan begitu juga orang-orang itu, aku berterimakasih kepada Tuhan telah mengubahkan ku melalui mereka orang-orang yang baik dan mencitai alam. Mereka adalah teman-teman yang tak akan aku lupakan sampai kapanpun. Sandy mengantarku pulang, dan aku juga banyak berterimasih telah mengajakku dan kami menjadi teman yang baik dan sejak saat itu juga aku suka bersosialisasi dan lebih terbuka aku lebih memiliki banyak teman-teman yang baik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar