Kamis, 19 Oktober 2017

TEORI-TEORI BELAJAR DAN APLIKASINYA

Ada 4 teori-teori dalam belajar yaitu :
1.      1,  Teori Behavioristik
Teori ini lebih bersifat pandangan terhadap aliran tingkah laku, dalam arti jika adanya stimulus (rangsangan) dari guru maka ada respon (reaksi) dari peserta didik. Contoh nya saja seperti seorang guru memberikan hadiah kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang dia berikan. Teori behavioristik dalam aplikasinya sendiri jika didalam belajar dan pembelajaran menggunakan sistem Teacher Center, atau guru adalah sebagai media utama atau media yang menyediakan materi dan peserta didik hanya akan menerima apa yang didapat dari guru saja.
2.    2.   Teori Kognitif
Teori ini lebih mengutamakan pengetahuan dan pengalam peserta didik dalam belajar. Proses belajar yang baik bisa terjadi apabila si pendidik memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk menemukan sendiri pengalaman yang ia jumpai terhadap pengalaman hidupnya. Dalam aplikasinya, teori kognitif menuntut siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran namun pendidik juga haus ikut dalam keaktifan peserta didik juga.
3.     3.  Teori Humanistik
Teori ini lebih berpa cu terhadap perkembangan kepribadian manusia atau peserta didik itu sendiri. Pembangunan nilai-nilai positif dan membentuk karakter yang baik terhadap peserta didik adalah yang utama dalam teori ini. Dalam aplikasinya guru sebagai fasilitator juga membeikan motivasi yang dapat membangun kesadaran positif terhadap peserta didikdan juga sebagai pendamping belajar peserta didik. Peserta didik sendiri disini juga dituntut sebagai pelaku utama (Student Center) hal ini diharapkan agar peserta didik dapat memahami dan emnggali akan potensi yang ia miliki juga membnangun karakter yang positif terhadap dirinya dengan pengalaman belajar yang ia miliki.
4.       4. Teori Sibernetik
Teori ini adalah teori yang paling baru, teori ini sendiri lebih mengacu terhadap perkembangan teknologi dan sistem informasi sekarang ini. Tentu saja teori ini lebih mempermudah proses pembelajaran karena adanya teknologi yang mendukung. Teori ini juga masih termasuk atau mencakup teori kognitif. Tetapi teori ini benar-benar memfokuskan peserta didik untuk mencari informasi dan belajar dengan teknologi yang ada di zaman sekarang ini, dituntut untuk lebih kreatif dan peserta didik harus mampu aktif dalam proses belajar dan discovery informasi sebanyak-banyak nya agar lebih banyak mengetahui. Guru disini hanya sebagai penyedia sarana dan juga hanya sebagai pendamping dalam proses pembelajaran.

Pada hakikatnya kita sebagai seorang guru, haruslah mampu meletakkan teori dan cara apa yang cocok kita gunakan dan kita aplikasikan dalam proses pembelajaran karen pada dasarkan kemampuan peserta didik di kelas-kelas yang berbeda maka mereka akan memiliki cara belajar yang berbeda pula. Untuk itu kita harus mengetahu dan mencari tahu terlebih dahulu kemampuan siswa dalam kelas A atau B itu seperti apa lalu kita bisa mengaplikasikan teori apakah atau cara belajar seperti apakah yang bisa memicu minta dan respon peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru juga harus pandai untuk menciptakan suasana kelas yang tidak monoton agar tidak membosankan intuk itu guru harus memiliki strategi sendiri dalam hal mengajarkan para peserta didik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar