Ada 4 teori-teori dalam belajar yaitu :
1. 1, Teori Behavioristik
Teori ini lebih bersifat pandangan terhadap
aliran tingkah laku, dalam arti jika adanya stimulus (rangsangan) dari guru
maka ada respon (reaksi) dari peserta didik. Contoh nya saja seperti seorang
guru memberikan hadiah kepada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang dia
berikan. Teori behavioristik dalam aplikasinya sendiri jika didalam belajar dan
pembelajaran menggunakan sistem Teacher Center, atau guru adalah sebagai media
utama atau media yang menyediakan materi dan peserta didik hanya akan menerima
apa yang didapat dari guru saja.
2. 2. Teori Kognitif
Teori ini lebih mengutamakan pengetahuan
dan pengalam peserta didik dalam belajar. Proses belajar yang baik bisa terjadi
apabila si pendidik memberikan kesempatan terhadap peserta didik untuk
menemukan sendiri pengalaman yang ia jumpai terhadap pengalaman hidupnya. Dalam
aplikasinya, teori kognitif menuntut siswa untuk aktif dalam proses
pembelajaran namun pendidik juga haus ikut dalam keaktifan peserta didik juga.
3. 3. Teori Humanistik
Teori ini lebih berpa cu terhadap
perkembangan kepribadian manusia atau peserta didik itu sendiri. Pembangunan
nilai-nilai positif dan membentuk karakter yang baik terhadap peserta didik adalah
yang utama dalam teori ini. Dalam aplikasinya guru sebagai fasilitator juga
membeikan motivasi yang dapat membangun kesadaran positif terhadap peserta
didikdan juga sebagai pendamping belajar peserta didik. Peserta didik sendiri
disini juga dituntut sebagai pelaku utama (Student Center) hal ini diharapkan
agar peserta didik dapat memahami dan emnggali akan potensi yang ia miliki juga
membnangun karakter yang positif terhadap dirinya dengan pengalaman belajar
yang ia miliki.
4. 4. Teori Sibernetik
Teori ini adalah teori yang paling baru,
teori ini sendiri lebih mengacu terhadap perkembangan teknologi dan sistem
informasi sekarang ini. Tentu saja teori ini lebih mempermudah proses
pembelajaran karena adanya teknologi yang mendukung. Teori ini juga masih termasuk
atau mencakup teori kognitif. Tetapi teori ini benar-benar memfokuskan peserta
didik untuk mencari informasi dan belajar dengan teknologi yang ada di zaman
sekarang ini, dituntut untuk lebih kreatif dan peserta didik harus mampu aktif
dalam proses belajar dan discovery informasi sebanyak-banyak nya agar lebih
banyak mengetahui. Guru disini hanya sebagai penyedia sarana dan juga hanya
sebagai pendamping dalam proses pembelajaran.
Pada hakikatnya kita sebagai seorang guru, haruslah mampu
meletakkan teori dan cara apa yang cocok kita gunakan dan kita aplikasikan
dalam proses pembelajaran karen pada dasarkan kemampuan peserta didik di
kelas-kelas yang berbeda maka mereka akan memiliki cara belajar yang berbeda
pula. Untuk itu kita harus mengetahu dan mencari tahu terlebih dahulu kemampuan
siswa dalam kelas A atau B itu seperti apa lalu kita bisa mengaplikasikan teori
apakah atau cara belajar seperti apakah yang bisa memicu minta dan respon
peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru juga harus pandai untuk
menciptakan suasana kelas yang tidak monoton agar tidak membosankan intuk itu
guru harus memiliki strategi sendiri dalam hal mengajarkan para peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar